Rabu, 23 April 2014

UTS Sosiologi dan Politik

UTS SOSIOLOGI DAN POLITIK

Jawablah Pertanyaan Berikut ini:

1. Jelaskan Konsep Keilmuan Sosiologi dan Politik dan apakah yang dimaksud dengan perspektif Sosiologi Politik tersebut?

2. Konflik merupakan keharusan dalam perubahan, oleh sebab itu konflik diperlukan untuk terjadinya perubahan, tolong jelaskan konsep ini?

3. Masyarakat menjadi fokus analisa dari studi Sosiologi Politik, jelaskan adagium ini?

4.  Jelaskan konsep, ruang lingkup dan definisi sosiologi menurut:
     a. Pitirin A Sorokin
     b. Selo Soemarjan dan Soleman Somardi


Catatan:

1. di jawab dalam kertas folio bergaris dan ditulis tangan
2. sebutkan sumber kutipan
3. Kumpul s.d senin tanggal. 28 April 2014 

Rabu, 17 April 2013

UTS SOSIOLOGI DAN POLITIK

Jawablah Pertanyaan Berikut ini:

1. Jelaskan Konsep Keilmuan Sosiologi dan Politik dan apakah yang dimaksud dengan perspektif Sosiologi Politik tersebut?

2. Konflik merupakan keharusan dalam perubahan, oleh sebab itu konflik diperlukan untuk terjadinya perubahan, tolong jelaskan konsep ini?

3. Masyarakat menjadi fokus analisa dari studi Sosiologi Politik, jelaskan adagium ini?

4.  Jelaskan konsep, ruang lingkup dan definisi sosiologi menurut:
     a. Pitirin A Sorokin
     b. Selo Soemarjan dan Soleman Somardi


Catatan:

1. di jawab dalam kertas folio bergaris dan ditulis tangan
2. sebutkan sumber kutipan



Minggu, 31 Maret 2013

KUIS TEORI DEMOKRASI

1. Jelaskan definisi dan makna demokrasi menurut pandangan 3 ahli? dan kemudian simpulkan menurut pendapat anda?

2. Perkembangan awal demokrasi di Yunani Kuno menjelaskan bahwa demokrasi hanya untuk lelaki dewasa? bagaimana menurut anda pandangan demokrasi seperti ini?

Kuis dikumpulkan pada pertemenuan selanjutnya.

Selasa, 06 November 2012

TRAVELING PART II (MENGGALA)-TULANG BAWANG

TRAVELING PART II (MENGGALA)-TULANG BAWANG

Yang menarik dari rumah panggung yang bersejarah dan unik ini adalah nuansa rumah yang selintas mirip dengan rumah-rumah bangsawan jawa tempo dulu. Terbuat dari kayu tembesu yang panjang mencapai 20 meter persegi menambah eksotisme rumah panggung Keluarga Warganegara ini.  Di beranda depan yang luas kita akan disambut beberapa furniture khas awal abad ke 18 dan 19 seperti kursi yang tebuat dari kayu dan beberapa perabot rumah tangga seperti meja, dan yang lebih unik lagi adalah tempat untuk meletakkan topi dan tongkat mener-mener Belanda pada masa kolonial  terlihat dengan anggunnya, disamping itu ada sebuah kursi putar yang terbuat dari kayu menambah lengkap nuansa klasik tempo dulu. 

Menurut catatan tertulis yang terdapat di rumah bersejarah tersebut, terakhir kali rumah direnovasi oleh Pangeran Warganegara IV pada tahun 1879 setelah itu terdapat perbaikan namun tidak merubah bentuk dan keaslian bangunan. Masuk ke dalam rumah kita akan disambut dengan Pepadun Sutan Ngukup (Pangeran Warganegara IV) yang dibuat pada abad ke 19 serta beberapa benda lainnya seperti Talam Pemenganan bertarikh tahun 1650-1727 (Semacam Talam untuk makan) milik Krio Warganegara (Menak Kesuhur) yang merupakan leluhur dari Pangeran Warganegara IV (1852-1927).  



Pepadun Sutan Ngukup (Pangeran Warganegara IV) dan Talam Pemenganan Milik Krio Warganegara bertarikh tahun 1650-1727

Disebelah Pepadun tersebut terdapat sebuah kamar yang dahulunya ditempati oleh seorang dokter asal surabaya bernama dr. Kajat, beliau merupakan dokter pertama di Lampung yang pernah menjabat sebagai Kepala Kantor Kesehatan pertama Keresidenan Lampung di era Residen Pertama Lampung Mr. A. Abbas jauh sebelum masyarakat Lampung berkenalan dengan sosok dokter asal Padang Panjang-Sumatera Barat, Abdul Muluk.  Setiap bulan di era tahun 1940-1950an dr.Kajat mengunjungi Menggala untuk memberikan pengobatan bagi masyarakat Tulang Bawang dan sekitarnya pada masa tersebut. Hubungan persaudaraan yang erat antara Kepala Mega (Anak dari Pangeran Warganegara IV) dengan dr. Kajat menjadikan masyarakat Tulang Bawang mendapat akses untuk memeroleh pengobatan kala itu.

Tidak hanya eksotisme rumah bersejarah itu saja yang membuat kami sangat kagum, ketika sang empunya rumah Pak Maulana menunjukkan beberapa pusaka Keluarga Warganegara berupa beberapa bilah keris seketika membuat hati kami senang, maklum sekali buat sebagian orang Lampung barang-barang pusaka hanya bisa dilihat dan dinikmati oleh keturunan-keturunannya saja tapi hari itu kami cukup beruntung, Pak Maulana mau mengeluarkan beberapa bilah keris pusaka keluarganya, memang tidak semua koleksi keluarga diperlihatkan oleh Pak Maulana tapi dari beberapa koleksi yang dikeluarkan sudah membuat hati kami riang. Hilang semua kepenatan yang kami rasakan hampir 3 (tiga) jam berkendara dari Bandarlampung menuju menggala.

Oleh sebab keris-keris tersebut bersejarah dan sedikit keramat saya pun bergegas untuk meminta izin dengan empunya rumah untuk bershalat sejenak (kalau dalam terminologi jawa “kulo nuwun”). Setelah itu Pak Maulana memperlihatkan 10 (sepuluh) buah keris jejak serta peninggalan leluhurnya. Mata kami terarah pada sebilah keris yang paling besar diantara yang lain yang menurut kami juga agak unik, keris itu bernama keris Traju Domas milik Menak Kemala Bumi (leluhur dari Pangeran Warganegara I).

Keris tersebut berusia hampir 500 (lima ratus) tahun bertarikh tahun 1587. Menak Kemala Bumi merupakan luluhur dari Pangeran Warganegara I, menurut silsilah keluarga ini Menak Kemala Bumi masih merupakan keturunan dari Prabu Siliwangi terakhir.     


  
sedang memperhatikan Keris PusakaTraju Domas milik Keluarga Warganegara Tahun 1587

Keunikan Keris Traju Domas disamping keris itu terlihat besar dari pada keris lainnya, keris ini juga terdapat 2 (dua) tanda patri emas di ujung keris dan di pangkal keris.


 Dua Patri Emas Keris Traju Domas Milik Menak Kemala Bumi (Bertarikh Tahun 1587 Masehi)


Beberapa koleksi keris pusaka Keluarga Warganegara

Konon menurut sejarahnya Keris Traju Domas adalah salah satu pusaka yang dipakai oleh Pangeran Warganegara I pada awal abad ke 18 untuk merebut Benteng Petrus Albertus. Sejarahnya Tahun 1668 penjajah Belanda mendirikan benteng pertama di Menggala dengan nama Petrus Albertus. Benteng tersebut tempat menyimpan hasil bumi terutama lada, dan dijaga oleh Opas yang  dipersenjatai dan diberi meriam.

Pada tahun 1752 Belanda mendirikan kembali benteng Petrus Albertus Muda di Tiyuh (kampung) Kibang. Pada tahun 1774 Pangeran Warganegara I, Pangeran Anggadijaya, Pangeran Saja laksana, Pangeran Wirajaya dan Natadiraja ( Mereka berlima adalah Punggawa Lima Tulang Bawang, seba (menghadap) ke Sultan Banten meminta bantuan pasukan keamanan yang akan di tempatkan di desa Kibang. Bait Sejarah ini  tertulis dalam sebuah Piagam yang tersimpan di Perpustakaan Nasional (tanda surat Pangeran Andikanegara, Mangku Bumi Sultan Banten) setahun kemudian tepatnya tahun 1775 Benteng Petrus Albertus Muda di Kampung Kibang dapat rebut oleh penduduk Kibang dan diratakan dengan tanah.

Kembali pada koleksi keris-keris kuno tersebut kami juga tertarik dengan sebilah keris kecil yang terbuat dari kuningan yang dahulunya menjadi salah satu keris kesayangan dari Demang Kepala Mega. Disamping ukurannya yang kecil dan terbuat dari kuningan yang membuat kami bertanya-tanya adalah terdapat tulisan arab dan cina di badan keris tersebut namun sayang Pak Maulana tidak bisa menjelaskan apa makna dibalik tulisan arab dan cina tersebut. Dalam kesehariannya yang banyak mengetahui soal keris ini adalah Ibu Darsani setiap malam tertentu terdapat ritual yang dilakukan beliau dan anak-anaknya terhadap keris-keris tersebut.


 
Keris Milik Demang Kepala Mega (Keturunan Pangeran Warganegara IV)

Setelah melihat-lihat beberapa keris pusaka millik Keluarga Warganegara kami bergegas tertarik menyusuri keadaan lain dari Rumah Panggung yang luas ini. Dibeberapa bagian kami melihat beberapa keramik-keramik tua peninggalan zaman kolonial keramik-keramik bercorak negeri Belanda dan bahkan terdapat keramik yang bercorak tiongkok peninggalan Dinasti Ming.

dan  memang mengurus rumah bersejarah seperti ini perlu pengabdian dan dana yang tidak kecil, akan tetapi menurut Pak Maulana hal itu mesti dilakukan sebagai bagian dari pengabdian kepada keluarga bahkan menurutnya beliau dan keluarga sangat senang saja ketika banyak orang mengunjungi rumah ini hanya untuk berfoto dan melihat-lihat, “kami sudah terbiasa menerima tamu untuk melihat-lihat dan baru-baru ini saja salah satu TV swasta nasional meliput keberadaan dan jejak rumah bersejarah ini” pungkas Pak Maulana.

Setelah puas melihat koleksi Rumah Milik keluarga Warganegara kami pun bergegas, maklum ada dua lagi tempat yang kami ingin kunjungi yaitu Masjid Agung Kibang yang didaulat sebagai masjid tertua di Lampung dan Tangga Raja yang konon merupakan tempat sandar dan tempat menaiki perahu bagi raja-raja tulangbawang.

Tidak jauh dari rumah keluarga Warganegara kami akhirnya tiba di Masjid Agung Kibang sebuah Masjid tertua di Lampung dan telah mengalami beberapa kali pemugaran. Sejarahnya pada hari minggu tanggal 1 Pahing bulan Sya’ban 1194 H (Awal Abad ke-18)  di Kibang, Menggala Pangeran Warganegara I, Pangeran Anggadijaya, Pangeran Saja laksana, Pangeran Wirajaya dan Natadiraja ( Mereka berlima adalah Punggawa Lima Tulang Bawang) di bantu oleh Pangeran Muterjagad, Pangeran Robbana dan Marga Liyu mendirikan Masjid pertama di desa Kibang Menggala.

Masjid tersebut berbentuk pangung bertiang terbuat dari papan dan kayu yang dikerjakan secara gotong royong oleh penduduk Kibang. Masjid sederhana ini di resmikan tepat pada tanggal 1 Syawal 1194 H tepatnya hari rabu dengan Marbut H. Ratu Bagus Mujahidin, sedangkan Imam pertama Syekh Zulaipah dan beberapa orang ustad seperti Tuan Alim, Tubagus M.Ali.

Tahun 1825 asisten Resident Du Bois memerintahkan agar kota Menggala dibangun tak luput Masjid Kibang harus dipindahkan ke Kibang Libou dan pada tahun 1829 dibangun Masjid Kibang dengan panitia sebagai berikut :

Buay Bulan                 : Naga Berisang dari Lingai, Limah Tunggal dari Lebuh Dalem, Pangeran Akuan Batin dari Kampung Kibang    
Buay Tegamoan          : H. Umar                             Kampung Menggala
Suay Umpu                 : H. Yusuf                             Kampung Ujung Gunung
                                    Raja Pagar Ulama               Kampung Ujung Gunung
                                    H. Ali                                    Kampung Ujung Gunung



Masjid Agung Kibang diresmikan tahun 1830 dengan Marbut pertama H. M. Thahir Banten. Menara Masjid Agung Kibang dibangun tahun 1913 M (1332 H) dan di Pugar tahun 1938 (1357 H) dengan ketua panitia Pangeran Warganegara V (cucu dari Pangeran Warganegara IV/Sutan Ngukup), Sekretaris M. Umar, Keuangan H. M. Said. Setelah itu atau lebih tepatnya pasca kemerdekaan sudah beberapa kali masjid ini mengalami renovasi.

Tempat terakhir kami dalam perjalanan ini adalah mengunjungi Tangga Raja, menurut hikayat masyarakat setempat Tangga Raja adalah sebuah tangga atau jalan setapak yang dahulu kala dipakai oleh para raja raja tulang bawang untuk turun ke perahu dan berlayar, posisi tangga raja memang tepat berada di hilir sungai tulang bawang.













PANCASILA DAN MODAL AWAL BERDEMOKRASI


PANCASILA DAN MODAL AWAL BERDEMOKRASI

Oleh:
Arizka Warganegara
Dosen FISIP Universitas Lampung

Pancasila sebagai ideologi negara seringkali menjadi tanda tanya soal “keampuhan dan kesaktiannya”

Tidak mengherankan sejak merdeka tahun 1945 Indonesia tidak kunjung menjadi negara adidaya,adil dan makmur, padahal jelas sekali dalam amanah Pancasila terkandung beragam argumen soal kesejahteraan,keadilan dan kemakmuran bagi rakyat.


Sejarah Pancasila pun secara normatif merupakan implikasi dari perkembangan ideologi besar dunia terutama setelah revolusi Industri. Ketika revolusi industry melanda Inggris dan kapitalisme menjadi ideologi yang diminati oleh kaum borjuis (kaya), Karl Marx menjelma menjadi sosok yang dianggap sebagai penolong bagi kaum proletar (miskin) saat itu.

Ide Marx mengenai reformasi policy untuk buruh ditentang habis-habisan oleh kaum borjuis hampir tidak ada celah ide itu masuk ranah Parlemen.Dan akhirnya kaum Marxist mengubah pola perjuangan mereka melalui tulisan dan gerakan-gerakakan ekstra parlementer.

Lebih lanjut perjuangan ini pun tidak menghasilkan sesuatu yang signifikan untuk mengubah suratan takdir kehidupan buruh pada masa itu.Pada akhirnya muncul sosok Eduard Bernstein yang mengubah mind set perjuangan kaum Marxist dengan pendekatan yang lebih realistis dan terukur.

Walau menurut sebagian pendukung Karl Marx yang dilakukan oleh Bernstein dipandang sebagai pengkhianatan terhadap Marxisme. Faktanya, pendekatan Bernstein dengan memodifikasi cara pandang dan model gerakan menuai sukses di Eropa.

Setidaknya sampai hari ini ide-ide brilian Bernstein melakukan transformasi nilai Marxisme menjadi pendekatan dan gerakan yang lebih aplikatif dan diwujudkan dalam ideologi demokrasi sosial membawa keberhasilan beberapa partai politik sosdem di Eropa seperti partai buruh di Inggris dan Social Democratic Party di Jerman.

Pada masa itu ide Bernstein sangat sederhana,Bernstein memodifikasi dan mentransformasi Marxisme ke dalam gerakan intra parlementer. Gerakan politik akan ada makna dan bargaining ketika hal tersebut ditransformasi dalam gerakan politik dan ikut serta dalam mekanisme pemilihan umum. Dan bagaimana dengan Pancasila? Masihkan hanya sekedar ide atau sudah menjadi nilai yang bertransformasi seperti halnya demokrasi sosial di Eropa.

Pancasila Ideologi Modern

Pada saat Eropa akhir tahun 1940-an mulai kembali stabil dan mulai familiar dengan ideologi ekletik demokrasi sosial setelah bertarung habis-habisan dengan Fasisme.

Di wilayah Asia Tenggara sebuah Negara baru,Indonesia, mencoba peruntungan dengan mengelaborasi tiga ide besar dunia, Liberalism, Sosialisme dan Ketuhanan yang kemudian dimunculkan dengan wajah Pancasila.

Muhammad Yamin yang dikenal sebagai salah satu founding father Republik ini berujar dalam rapat besar BPUPKI 29 Mei 1945 Indonesia terbagi dalam tiga tahap, Indonesia pertama berpaham kedatuan (600-1400), Indonesia kedua berpaham keperabuan (1293-1525) dan Indonesia ketiga adalah negara kebangsaan yang berketuhanan.

Untuk menyambung pernyataan Muhammad Yamin kemudian Pancasila diploting sebagai simbol dari ideologi  negara baru yang bernama Indonesia, sebuah ideologi yang membawa misi ketuhanan-keindonesiaan dan kebangsaan. Tidak mudah memang buat Pancasila mengelaborasi ketiga hal tersebut, lebih dari 60 tahun terakhir banyak orang menduga bahwa pancasila telah gagal mengelaborasi ketiga misi tersebut dalam bingkai NKRI.

Sebagai contoh dalam beberapa waktu terakhir riot, bentrok agama, suku dan kerusuhan rasial sering kali terjadi, munculnya kelompok-kelompok politik yang berdasarkan kepada etnisitas dan sebagainya itu membuktikan tesis bahwa ada yang tidak beres dalam proses internalisasi ideologi kebangsaan Pancasila dalam transisi demokrasi di Indonesia.

Belum lagi dalam realitas politik lokal misalkan pertarungan antar elit lokal di beberapa daerah menimbulkan banyak kesengsaraan rakyat dimana letak keadilan dan kesejahteraan rakyat menjadi contoh konkritnya kemandegan internalisasi nilai Pancasila dalam ranah demokrasi lokal di era Reformasi

Kelemahan Pancasila dalam kerangka demokrasi bukan merupakan kelemahan substansial tapi lebih pada sisi praksis dalam implementasi nilai, pasca Muhammad Yamin terjadi kekosongan sosok yang mampu mengelaborasi Pancasila ke dalam dimensi praksis dan menjadikannya ide yang aplikatif.

Pada akhirnya diera 1990-an sosok Nurcholish Madjid mencoba membuat Pancasila menjadi bagian dari demokrasi ala Indonesia. Dalam banyak pertemuan maupun seminar Nurcholish Madjid selalu berbicara mengenai pentinganya membuat sebuah skema bagi menarik konsep nilai demokrasi pancasila yang abstrak tersebut menjadi lebih aplikatif dalam kehidupan sosial-politik Indonesia.

Menarik dalam pandangan Nurcholish Madjid ada dua nilai Pancasila yang dapat menjadikan Pancasila sebagai nilai dasar bagi demokrasi ala Indonesia kedua hal tersebut adalah:

Pertama, Prinsip Musyawarah. Menurut Nurcholish Madjid prinsip-prinsip musyawarah sangat menentang sikap hidup absolutisme dan monolitisme hal ini yang merupakan main idea dari demokrasi sesungguhnya. Kita tentunya ingat bahwa demokrasi sangat menentang absolutisme dan monilitisme tadi. Musyawarah menurut Nurcholish Madjid dimungkinkan untuk digunakan bagi mengatasi absolutisme dan monolitisme tersebut tadi. Dengan menggunakan musyawarah bagi mengambil sebuah keputusan politik maka keputusan tersebut akan mempunyai sifat naluriah mengikat kepada semua orang yang telibat dalam pengambilan keputusan tersebut dari pada keputusan diambil didasarkan hanya kepada suara terbanyak saja.

Kedua, Prinsip Permufakatan Yang Adil. Nurcholish Madjid menilai bahwa permufakatan yang adil merupakan hasil akhir dari musyawarah yang sehat dan jujur jadi hal ini dengan tegas menolak jenis-jenis manipulasi, kolusi, korupsi dan buruk lainnya dalam praktek demokrasi temporer. Nurcholish Madjid juga menambahkan bahwa permufakatan harus diambil dengan cara-cara yang baik, jika permufakatan diambil dengan rekayasa tidak sehat maka keputusan yang diambil akan berimplikasi negatif sehingga proses kebaikan-kebaikan demokrasi akan termarjinalkan.

Pada akhirnya untuk kembali meng-elan vital-kan Pancasila sebagai ideologi negara dalam kehidupan berdemokrasi di Indonesia, menjadi keharusan setiap institusi politik negara lebih mengutamakan musyawarah mufakat dalam setiap proses pengambilan keputusan dibandingkan dengan prinsip majority voting.

Selasa, 25 September 2012

KUIS EKOPOL DAN CIVIL SOCIETY

KUIS Kelompok Ekonomi Politik

1. Jelaskan definisi dan ruang lingkup serta pendekatan dalam studi ekomomi politik?merujuk pada diskusi kelompok anda
2. Dominasi sektor riil menyebabakan ketimpangan ekonomi antara negara, terutama negara yang mapan secara ekonomi dan negara miskin, akibatnya tercipta jurang ekonomi utara-selatan? bagaimana mengatasi masalah tersebut dan apa solusinya? apakah perlu ada pembenahan model ekonomi politik dunia?

catatan:

- kerjakan berkelompok
- TULIS TANGAN DI POLIO BERGAMBAR tidak lebih dari 2-3 halaman sebutkan daftar pustaka
- tulis tangan kumpul rabu tgl 2 Oktober 2012 pada saat kuliah


KUIS Civil Society

1. Jelaskan pemahanan akan konsep Civil Society?merujuk pada diskusi kelompok anda
2. Ilustrasi bagaimana New Zealand suskes membangun masyarakat sipilnya dengan fokus pada family development memberikan inspirasi dalam konteks Indonesia apakah pendekatan New Zealand relevamn dengan Indonesia? jelaskan

catatan:

- kerjakan berkelompok
- TULIS TANGAN DI POLIO BERGAMBAR tidak lebih dari 2-3 halaman, sebutkan daftar pustaka
- tulis tangan kumpul rabu tgl 3 Oktober 2012 pada saat kuliah